Jumat, 28 Mei 2010

Pendekatan Penelitian Geografi

Dalam geografi terpadu, para ahli geografi tidak hanya memfokuskan
kajiannya pada objek material, tetapi lebih menekankan pada sudut pandang
keilmuannya. Menurut Peter Hagget untuk menemukan masalah geografi, maka
digunakan tiga bentuk pendekatan, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan
ekologi, dan pendekatan kompleks wilayah.
1. Pendekatan Keruangan
Fenomena geografi berbeda dari wilayah
yang satu dengan wilayah yang lain dan mempunyai
pola keruangan/spasial tertentu (spatial
structure). Tugas para ahli geografi adalah
menjawab pertanyaan mengapa pola
keruangan dari fenomena geografi tersebut
terstruktur seperti itu, dan bagaimana terjadinya
(spatial process). Berdasarkan perbedaan
ini timbul interaksi antarwilayah dalam
bentuk adanya pergerakan manusia, barang
dan jasa. Tema analisis keruangan merupakan
ciri utama dari geografi, selain itu, analisis
keruangan juga paling kuat kemampuannya
untuk melakukan perumusan
(generalisasi) dalam rangka
menyusun teori. Misal, contoh
konkret penggunaan pendekatan
keruangan untuk mengkaji antara
tingkat kemiringan lereng, jenis
tanah, dan vegetasi dengan terjadinya
erosi.
2 Pendekatan Ekologi
Analisis ekologi memandang
rangkaian fenomena dalam satu
kesatuan ruang. Fenomena geografi
membentuk suatu rangkaian yang saling berkaitan di dalam sebuah sistem,
dengan manusia sebagai unsur utamanya. Memang benar bahwa tanpa manusia
pun proses alam tetap berlangsung dalam keseimbangan yang serasi. Justru
dengan campur tangan manusia maka keseimbangan kadang-kadang menjadi
terganggu dan bahkan sampai ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Tidak mengherankan bahwa banyak di antara para ahli geografi
memasukkan analisis ekologi sebagai salah satu analisis geografi yang penting
di samping analisis geografi lainnya. Analisis ekologi ini banyak digunakan dalam
kehidupan manusia, antara lain untuk mengkaji siklus hidrologi, siklus erosi,
pengelolaan DAS, serta pengelolaan lingkungan dan sumber daya. Kelemahan
analisis ekologi terletak pada kekuatan perumusan yang lebih kecil dibanding
dengan analisis keruangan. Sebagai akibatnya, kekuatan untuk membuahkan
teori pun lebih kecil pula dan keunggulannya terletak pada fokus yang lebih
besar terhadap masalah lingkungan
3. Pendekatan Kompleks Wilayah
Analisis kompleks wilayah merupakan perpaduan antara analisis keruangan
dan analisis ekologi. Kelemahan analisis kompleks wilayah adalah kurang jelasnya
struktur serta fokus yang berorientasi pada masalah. Keunggulannya terletak
pada fungsinya sebagai sintesis yang memungkinkan pemahaman secara holistik
dan komprehensif atas wilayah. Hal ini sangat diperlukan di dalam pengelolaan
lingkungan dan sumber daya. Pendekatan kompleks wilayah sebagai salah satu
analisis geografi antara lain dikemukakan oleh Hartshorne (1939), Luckermann
(1964), Broek (1965), Mitchell (1979), dan Hagget (1983).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar